Pantai Tanjung Kait – Tangerang – Indonesia

Tour Travel, Tour Travel Banten, Tour Travel Indonesia — By on October 15, 2010 at 1:50 am

Bila anda bosan di Jakarta yang hampir tidak ada pantai terbukanya padahal terletak di tepi laut maka cobalah ke Tangerang. Sebab laut di Jakarta umumnya di jauh ke lepas pantai ke tengah terrdapat tanggul besar yang menjaga pelabuhan dari terjangan ombak besar. Gunanya supaya kapal-kapal yang sandar di pelabuhan tidak saling berbenturan karena digoyang-goyang oleh gelombang. Sehingga akibatnya maka di tepi pantai Ancol Jakarta hampir tidak ada ombaknya dan elatif tenang.

Untuk menuju lokasi pantai Tanjung Kait maka kita harus ke kota Tangerang dulu. Sampai pertengahan kota carilah jalan raya Mauk yang mengarah ke Timur. Jalan tersebut panjang sekali dan melintasi sepanjang kanal yang membelah kota Tangerang.

Ikutilah jalan tersebut. Dan bila anda tidak memiliki kendaraan peribadi maka kita bisa juga naik angkot di sepanjang jalan tersebut. Dan nantinya jauh di ujung akhir jalan terdapat sebuah perempatan kecil. Jika lurus maka kita akan menuju Kronjo, Pulau Cangkir. Tetapi ini kita harus mengambil jalan yang ke kanan melewati komplek angkatan laut. Dan jalan tersebut akan memasuki rerimbunan hutan bamboo kecil.

Selepas lewat komplek angkatan laut maka kita melewati jalan yang panjang dan sempit. Jalan tersebut melintasi persawahan di kiri dan kanannya. Selain itu juga banyak terdapat empang dan tambak udang. Semakin lama jalan menjadi semakin mengecil dan berkelok-kelok. Terkadang menembusi beberapa desa. Di sepanjang jalan kita pasti akan berpapasan dengan angkot yang melintas. Ada angkot yang kecil seperti biasa namun juga ada yang besar dan berukuran tiga perempatnya truk. Orang biasanya menyebutnya sebagai mobil tiga perempat. Mobil ini biasanya dipenuhi oleh para pedagang dan posisi duduk penumpangnya tetap menghadap ke depan sehingga akan sangat menyulitkan bila kita hendak turun atau naik. Pengalaman saya pernh naik kendaraan tersebut dan mendapatkan duduk yang terpojok di paling belakang kanan. Sehingga begitu saya teriak setop pinggir maka sopir memerintahkan semua penumpang untuk turun dulu beserta barang-barang dagangan bawaannya untuk memberi jalan keluar bagi saya.

Setibanya di ujung akhir perjalanan maka kita telah sampai ke pantai. Di ujung jalan ini di tepi pantai terdapat sebuah Vihara. Namanya adalah Vihara Tanjung Kait. Tempat ini pasti ramai dikunjungi bila saat malam tahun baru Imlek. Dan biasanya ada banyak pengemis yang menantikan sedekah yang pada nongkrong di halaman vihara.

Disana kita akan akan banyak melihat lilin-lilin raksasa yang bahkan ada yang berdiameter sebesar ember. Selebihnya maka di sekitarnya kita akan melihat ada banyak warung makan tenda yang menawarkan makanan sea food. Seperti ikan dan cumi bakar serta udang. Rasanya lumayan enak dan harganya lumayan murah. Setelah itu maka kita akan melihat pantai laut. Ada banyak perahu nelayan di sana dan sesekali disewakan sebagai kapal penumpang bila kita hendak keliling-keliling laut atau hendak menyeberang ke beberapa pulau dari gugus kepulauan seribu di tengah laut.

Bila kita mengarahkan jalan kaki kita ke arah barat maka kita akan mencapai ujung dari daratan yang merupakan komplek radar pertahanan angkatan laut. Terdapat beberapa menara radar besar yang selalu berputar di sana. Komplek militer itu di jauh sekelilingnya dipagari dengan pagar kawat. Dan di bibir lautnya ditanggul dengan batu-batu pondasi besar. Ombak yang di bagian sini terasa lebih besar dibandingkan dengan yang di belakang vihara. Pantai di sini baik siang maupun malam selalu terbuka untuk umum dan kita hanya dikenai uang parkir saja oleh penduduk perkampungan nelayan setempat.

Berekreasi di sini lumayan menyenangkan bila membawa banyak teman atau keluarga karena kita bisa menikmati makanan sea food bakar. Semua penjual makanan maupun souvenir di sini merupakan anggota keluarga nelayan dari kampong setempat.

Related Posts

Tags: , , , , ,

Leave a Reply

*

Trackbacks

Leave a Trackback